Senin, 30 Mei 2016

MUSH'AB BIN UMAIR DUTA ISLAM PERTAMA YANG GAGAH BERANI





KISAH PARA SAHABAT NABI MUHAMMAD SAW

     Dalam kisah 60 sahabat nabi ini mewakili ribuan sahabat Rasullah yang dengan keberanian, keimanan, keteguhan, kepahlawanan dan kesetiaan berjuang menegakkan agama Allah.
      Ketika kita membaca sepenggal kisah ini kita bisa melihat pengorbanan, penderitaan  dan kemenangan yang telah mereka alami. 
      Semoga sholawat dan salam selalu tercurah kepada Beliau dan kepada mereka semua.
      Sekarang dengan khusyu dan penuh kebahagiaan marilah kita mendekat kepada manusia-manusia yang mulia ini untuk menyambut teladan , termulia 
dan terindah dalam sejarah kemanusiaan.  


MUSH,AB BIN UMAIR





Mush ab bin Umair adalah salah satu sahabat Rasullah SAW.
Dia adalah pemuda Mekah yang menjadi sanjungan semua orang, remaja Quraisy yang hidup serba berkecukupan.  Mungkinkah kiranya seorang anak muda yang biasa hidup mewah dan dimanja serta selalu dielu-elukan akan berubah menjadi seorang tokoh dalam sebuah cerita keimanan dan perjuangan demi membela Islam!!!!

Suatu hari anak muda ini mendengar berita tentang Muhammad yang selama ini dikenal dengan kejujurannya.  (Al - Amin) menyatakan bahwa dirinya telah diutus Allah sebagai pembawa berita gembira dan pemberi peringatan. Mengajak umat manusia beibadah kepada Allah Yang Maha Esa.

Diantara berita yang didengarnya rasullah dan pengikutnya biasa berkumpul
di suatu tempat yang jauh dari gangguan orang-orang Quraisy, yaitu di bukit Shafa di rumah Arqam bin Abul Arqam, diapun segera mengambil keputusan , Dia mendatangi rumah Arqam ,sesampainya di sana dia melihat Rasullah mengajarkan para sahabatnya ayat-ayat Al-Quran dan melaksanakan sholat.

Mush-ab masuk dan duduk di sudut ruangan, dan disilah perubahan akan dimulai,  Ayat-ayat Al-Quran mulai berkumandang indah ,  mengalir menembus telinga dan merasuk ke dalam hati.  Mush'ab terlena terpesona oleh kalimat-kalimat Al'Quran , kedamaian, ketenangan itulah yang dirasakan oleh Mush'ab.
 Rasullah mendekatinya dan mengusap dada Mush'ab dengan penuh kasih sayang.    Setelah itu hanya dengan waktu yang sangat singkat Mush'ab masuk Islam.

KHUNAS BINTI MALIK adalah ibunda Mush'ab, dia adalah wanita kuat yang sangat dihormati, disegani bahkan ditakuti.   Ketika Mush'ab masuk Islam dia belum berani memberitahukan kepada ibunya. Beliau masih merahasiakan ke islamannya dihadapan ibunya sampai Allah memberikan keputusan yang terbaik.


Mush-ab selalu mendatangi rumah Arqam mendatangi majelis Rasullah, tetapi gerak-gerik Mush'ab dintai oleh orang Quraisy yang bernama Usman bin Thalhah, ia melihat Mush'ab mengendap-endap mendatangi rumah Arqam.
Akhirnya berita keislaman Mush'ab sampai juga ke telinga ibunya.

Saat ini MUsh'ab berada dihadapan ibu dan sanak saudaranya, dengan hati yang tenang dan mantap beliau membacakan ayat-ayat Al'Quran .Ketika itulah ibunya hendak membungkam mulut dan menampar Mush'ab tetapi tangannya terkulai lemas akibat cahaya yang ditimbulkan oleh wajah Mush' yang berseri-seri.

Karena rasa keibuannya,ibunya tidak jadi memukul Mush'ab,tetapi ibunya mencoba  cara lain yaitu mengurung Mush'ab di salah satu kamar dan dikunci rapat dari luar.

Untuk beberapa lama beliau  terkurung dalam ruangan itu, sampai beliau mendengar bahwa beberapa sahabat Rasullah hijrah ke Habasyah.
 Kesempatan ini tidak disia-siakan oleh Mush'ab , dengan sedikit srategi ia berhasil mengecoh ibu dan para penjaganya.  Ia berhasil ,lolos dari kurungan dan ikut hijrah ke Habasya.

Di Habasya ia tinggal bersama saudara-saudaranya sesama muhajirin,lalu pulang lagi ke Mekah.  Kemudian ia hijrah kembali ke Habasya atas perintah Rasullah.
Keimanan Mush'ab semakin bertambah, seluruh kehidupannya ia berikan untuk
Sang Pencipta Yang Maha Agung.

Pada suatu hari Mush'ab menghampiri kaum muslimin yang duduk mengelilingi Rasullah.  Melihat penampilan Mush'ab mereka menundukkan pandangan bahkan ada yang menangis.  Mereka melihat Mush'ab mengenakan baju jubah yang sudah usang dengan tambalan di sana-sini.  Masih ingat dalam ingatan mereka sebelum masuk Isalam Mush'ab adalah seorang pemuda yang tampan dengan baju yang bagus dan aroma tubuh yang wangi.
"Dahulu tiada yang menandingi MUsh' ab dalam hal memndapatkan kesenangan dari orang tuanya, semua dia tinggalkan demi mendapatkan cinta Allah dan Rasulnya.

Ibunya sudah putus asa  untuk mengembalikan Mush'ab kepada berhala sesembahan mereka,dia memutuskan tidak memberikan apapun kepada Mush'ab.

Terakhir kali bertemu ibunya, Mush'ab bersumpah untuk membunuh orang suruhan ibunya bila rencana ibunya untuk mengurungnya dilakukan kembali.Tekadnya sudah sangat kuat, melihat tekad yang begitu kuat sang ibu membatalkan keinginannya untuk mengurung Mush'ab,   dengan bercucuran air mata mereka berpisah.

Dengan marah ibunya mengusirnya dari rumah, "Pergilah kau sesuka hatimu, mulai saat ini kau bukan anakku lagi".  Mush'ab menghampiri ibunya dan berkata, "Wahai ibu aku sangat menyayangimu karena itu bersaksilah bahwa tiada tuhan selain Allah , dan Muhammad adalah utusan Allah".
Ibunya menjawab dengan sangat marah,"Aku tidak akan mengikutimu,otakku bisa rusak, dan pendapatku tidak akan dianggap lagi oleh orang Quraisy".

Mush'ab meninggalkan kemewahan dan kesenangan yang pernah dimiliknya, memilih hidu miskin penuh dengan kekurangan.  Pemuda ganteng dan perlente itu kini hanya mengenakan pakaian yang kasar, sehari makan dan beberapa hari rela menahan lapar.  Akan tetapi jiwanya yang dipenuhi kecintaan akan Allah dan rasulnya mengubah dirinya menjadi manusia yang dihormati, penuh wibawa dan disegani.

Mush'ab dipilih oleh Rasulullah untuk melakukan tugas yang amat penting yaitu menjadi utusan Rasulullah di Madinah.  Tugasnya adalah mengajarkan agama Islam kepada orang-orang Anshar yang telah beriman dan berbai'at kepada Rasulullah di bukit Aqabah.  Juga untuk menyebarkan agama Islam dan menyambut hijrah Rasulullah ke kota itu.

Rasulullah memilih Mush'ab untuk memikul tugas itu karena Rasulullah sangat tau bahwa Mush'ab memiliki kecerdasan dan akhlak mulia.  Dan benar saja dengan segala sifat zuhud, kejujuran , keihklasan dan kecerdasannya, berhasil memikat hati penduduk Madinah hingga mereka berduyun-duyun masuk agama Islam.

 Dengan tindakannya yang tepat dan bijaksana , Mush'ab bin Umair telah membuktikan bahwa Rasulullah Saw tidak salah memilih orang.  Ia benar-benar memahami tugasnya , yaitu membimbing manusia untuk menyembah Allah, menyampaikan berita gembira, lahirnya suatu agama yang mengajak manusia
mencapai keridhoan Allah dan membimbng mereka ke jalan yang lurus .

Di Madinah Mus'ab tinggal bersama di rumah As'ad bin Zurarah , dengan didampingi As'ad ia mengunjungi kabilah-kabilah, rumah-rumah dan tempat-tempat pertemuan untuk membacakan ayat suci Al'Quran menyampaikan bahwa hanya Allah Tuhan yang wajib disembah.

Suatu hari ketika sedang berdakwah di tengah-tengah suku Abdul Asyhal, tiba-tiba Usaid bin Hudhair , sang kepala suku muncul dengan menghunus tombak , Usaid muncul dengan kemarahan yang luar biasa, ada orang yang akan mengajak penduduknya untuk beralih keyakinan , meninggalkan tuhan-tuhan merekadan beralih ke satu Tuhan.  Tuhan yang sama sekali belum mereka kenal.
Mengajak tuhan yang tempatnya jelas, bisa didatangi dan bentuknya kelihatan.
Sedangkan Tuhan yang baru itu tidak bisa dilihat dan tidak bisa dijumpai.

Tak ayal lagi orang-orang Islam yang berada di tempat itu ketakutan.  Akan tetapi
Mush'ab Al - Khair tetap tenang dengan air muka yang tidak berubah.

Seakan hendak menerkam, Usaid mendekati MUsh'ab dan As'as bin Zurarah.
Dengan kasar ia berkata,"Apa maksud kalian datang ke kabilah kami, apakah kalian hendak membodohi rakyat kami?, tinggalkanlah segera tempat kami, jika tidak nyawa kalian akan melayang".

Dengan tenang Mush'ab mnenjawab, "Mengapa anda tidak duduk dan mendengarkan terlebih dahulu ? Jika nanti anda tertarik, Anda dapat menerimanya, dan jika nanti ,Anda tidak suka , kami xapat menghentikan apa yang tidak anda sukai ?"

Usaid orang yang bijak,dan saat ini ia diajak oleh Mush'ab untuk berbicara dan meminta pertimbangan kepada hati nuraninya,   Ia diminta hanya mendengar,
jika ia suka dengan apa yang dikatakan Mush'ab maka ia akan membiarkan Mush'ab berdakwah, Jika ia tidak suka dengan ajaran  Mush'ab maka  berjanji akan meninggalkan kabilah dan masyarakatnya untuk mencari tempat dan masyarakat lain. Tidak akan ada yang dirugikan.

"Baiklah ," kata Usaid.  Lalu ia duduk dan meletakkan tombaknya.
Mush'ab mulai memperdengarkan ayat-ayat Al'Quran dan menguraikan dakwah yang dibawa oleh Rasulullah Saw.  Bacaan dan uraian Mush'ab mengalir ke telinga Usaid, memasuki dada dan menerangi hati.
Belum usai Mush'ab membaca dan memberikan uraian, tiba-tiba bibir Usaid bergetar dan berkata "Alangkah indah kata-kata ini, tidak ada satu kesalahan pun
Apa yang harus dilakukan orang yang mau masuk agama ini ?"

Serentak gema tahlil keluar dari bibir kaum muslimin" La ilaha ilallah,
Muhammadar-rasulullah."  Tahlil terus bergema seakan ingin mengguncang dunia.

Mush'ab berkata ,"Hendaklah ia membersihkan  pakaian dan badannya, lalu
mengucapkan Asyhadu an la ilaha illallah wa asyhadu anna Muhammadar rasulullah."

Usaid meninggalkan mereka beberapa saat, kemudian kembali dan air masih menetes dari rambutnya.  Ia berdiri mengucapkan "Asyhadu an la ilaha illallah
wa asyhadu anna Muhammadar rasulullah"

Berita ini tersebar dengan sangat cepat , secepat cahaya.
Sa'ad bin Mu'adz juga mendatangi Mush'ab setelah mendengar uraian Mush'ab iapun masuk agama Islam.
Setelah itu Sa'ad bin Ubadah juga masuk Islam.

Masuk Islamnya tiga tokoh ini berarti pintu lebar bagi masuk Islamnya para penduduk Madinah.  Mereka berkata, " Jika Usaid bin Hudhair , Sa'ad bin Mu'adz dan Sa'ad Ubadah masuk Islam , apalagi yang kita tunggu ? mari kita menemui Mush'ab dan menyatakan keislaman kita."
Kata orang." Kebenaran terpancar dari setiap kata-katanya."

Demikianlah duta Rasulullah telah mencapai hasil  gemilang yang tiada tara.  Suatu keberhasilan yang layak diperolehnya.  Beberapa tahun kemudian ,Rasulullah bersama para sahabatnya hijrah ke Madinah.


  Di pihak lain, orang-orang kafir Quraisy semakin geram, mereka menyiapkan
kekuatan untuk melampiaskan dendam mereka terhadap kaum muslimin.
Maka terjadilah perang Badar, dan kaum kafir Quraisy pun mendapatkan pelajaran pahit yang membuat mereka semakin kalap dan tidak waras.
Mereka berusaha menebus kekalahan di perang Badar itu.
Kemudian tibalah perang Uhud,   Rasulullah berdiri di tengah barisan kaum muslimin, menatap setiap wajah yang sebaiknya membawa bendera pasukan .
Ketika itu terpilihlah Mush,ab Al-Khair .  Ia maju dan membawa bendera pasukan dengan mantap.

Peperangan berkobar dan berkecamuk dengan sengitnya.  Pasukan panah kaum muslimin melanggar perintah Rasulullah.  Mereka meninggalkan posisi mereka
di atas bukit setelah melihat pasukan musuh lari terbirit-birit.  Perbuatan mereka itu secepatnya mengubah suasana.  Kemenangan berganti kekalahan.

Tanpa diduga pasukan berkuda musuh menyerang pasukan muslim dari atas bukit, pasukan Islampun menjadi kalang kabut.

Melihat barisan kaum muslimin porak poranda , musuhpun mengarahkan serangan ke Rasulullah Saw, Mush'ab bin Umair menyadari suasana gawat ini
.  Maka diacungkanlah bendera pasukan setinggi-tingginya.  Dengan suara lantang ia bertakbir, Allahu Akbar."
Ia maju menerjang, berkelebat ke sana kemari mengibaskan pedangnya.
Ia ingin mengalihkan serangan musuh yang sedang tertuju kepada Rasulullah
Saw, ia menyerang sendiri, namun terlihat seperti satu pasukan tentara.

Sungguh, walaupun hanya seorang diri, Mush'ab bertempur laksana sepasukan tentara.  Satu tangannya memegang bendera pasukan yang harus terus berkibar
dan satu tangannya lagi menebaskan pedang dengan matanya yang tajam.  Jumlah musuh yang dihadapiu Mush'ab semakin banyak. Mereka sangat berhasrat sekali untuk membunuh Rasulullah.

Marilah kita dengarkan apa yang diceritakan oleh saksi mata.  Bagaimana saat-saat terakhir sebelum Mush,ab bin Umair gugur sebagai syahid.

Ibnu Sa'id menyebutkan bahwa Ibrahim bin Muhammad bin Syurahbil berkata,
"Ayahku pernah bercerita begini, " Mush'ab bin Umair adalah pembawa bendera pasukan di perang Uhud, tatkala barisan kaum muslimin porak poranda , Mush'ab tetap gigih berperang ,seorang tentara berkuda musuh, Ibnu Qamiah,
menyerangnya dan berhasil menebas tangan kanannya hingga putus,
Mush'ab mengucapkan, "Muhammad itu tiada lain hanyalah seorang Rasul, yang sebelumnya telah didahului oleh para Rasul."

Lalu bendera itu ia ambil dengan tangan kirinya dan ia kibarkan.  Musuhpun
menebas tangan kirinya hingga putus.  Mush'ab pun membungkuk ke arah bendera pasukan ,lalu dengan kedua pangkal lengannya ia mendekap dan mengibarkan bendera pasukan sambil mengucapkan "Muhammad itu tiada lain hanyalah seorang Rosul , dan sebelumnya telah didahului oleh para Rosul."

Dengan sangat marah orang Quraisy itu menyerangnya kembali dengan tombak dan menghunjamkan ke dada Mush,ab .  Mush'ab pun gugur , dan benderapun jatuh."

Gugurlah Mush'ab dan benderapun jatuh,  Ia gugur sebagai bintang , sebagai pahlawan dan sebagai mahkota para syuhada.  Ia gugur setelah berjuang dengan gigih .  Mengorbankan semua yang dimilikinya demi keimanan dan keyakinannya.

Mush'ab merasa sangat bersalah, jika ia gugur maka musuh akan sangat mudah menyerang Rasulullah dan membunuhnya.  Demi cintanya yang sangat besar kepada Rasulullah dan kekhawatiran akan nasib Rasulullah ia menghibur dirinya setiap kali pedang menebas tangannya, Muhammad tiada lain hanyalah seorang Rasul , dan sebelumnya telah didahului oleh para Rasul."

Kata-kata itu yterus ia ulangi .  Kata-kata yang kemudian hari menjadi menjadi bagian dari ayat Al'Qur'an yang senantiasa akan dibaca oleh kaum muslimin.


Setelah pertempuran usai , jasad pahlawan gagah berani itu ditemukan terbaring dengan wajah menelungkup ke tanah digenangi oleh darahnya yang suci.  Seolah-olah tubuh yang telah kaku itu, takut menyeksikan jika Rasulullah ditimpa musibah.  Karena itu ia menyembunyikan wajahnya agar tidak melihat peristiwa yang ditakutinya itu.  Atau ia merasa malu karena telah gugur sebelum bisa memastikan keselamatan Rasullullah.

Wahai Mush'ab cukuplah bagimu ,pengorbanan yang tiada sia-sia,karena kecintaan kepada rasulnya, namamu akan selalu dikenang oleh seluruh umat muslimin di seluruh dunia.


Rasulullah bersama para sahabatnya ,. mengitari setiap sudut medan pertempuran untuk menyempaikan salam perpisahan kepada para syuhada.  Ketika sampai tempat terbaringnya Mush'ab , bercucuranlah air mata beliau dengan deras,Rasulullah sangat bersedih dengan kematian Mush'ab.

Khabbab bin Arat menceritakan," Bersama Rasulullah kami hijrah di jalan Allah, untuk mengharapkan ridho Nya .  Pasti kita mendapat ganjaran pahala di sisi Allah.  Di antara  kami ada yang lebih dulu meninggal dunia, dan belum menikmati pahalanya di dunia ini sedikitpun.  Mush'ab bin Umair adalah salah satu di antara mereka.  Ia gugur di perang Uhud.  Tidak ada yang bisa dipakai untuk mengkafaninya kecuali sehelai kain.  Jika ditutupkan mulai dari kakinya, kepalanya kelihatan tetapi jika ditutupkan mulai dari kepalanya kakinya akan kelihatan.   Maka Rasulullah bersabda, "Tutupkanlah ke bagian kepalanya, dan tutpilah kainya dengan rumput idzkhir".

Betapapun luka pedih dan luka yang mendalam , menimpa Rasulullah karena paman Rasulullah (Hamzah) gugur dan tubuhnya dirusak oleh orang-orang musyrik, hingga bercucuranlah air mata kesedihan beliau.  Banyak sekali jenazah kaum muslimin bergelimpangan, mereka gugur sebagi pahlawan pembela Is;am
sebagai para syuhada.

Kesedihan yang mendalam , duka yang menyelimuti Rasulullah tidak membuat Rasullullah berdiam diri, beliau mendekati jasad Sang Pembawa Bendera Pasukan dialah Mush'ab bin Umair  .,Rasulullah berdiri memandangi jasadnya, melepas kepergiannya dengan penuh kasih sayang dan cahaya kesetiaan.
Beliau membaca firman Allah yang artinya,"Di antara orang-orang Mukmin terdapat orang-orang yang telah menepati janjinya kepada Allah,"
(AL-Ahzab:23)

Ada kesedihan di mata beliau , ketika melihat kain yang dipergunakan mengkafani Mush'ab.  Beliau bersabda " Ketika di Mekah dulu, tak seorangpun yang lebih halus pakaiannya dan lebih rapi rambutnya daripada kamu, tapi sekarang ini, rambutmu kusut hanya dibalut sehelai burdah."

Dengan kesedihan yang mendalam Rasululah melayangkan pandangan ke semua sudut medan perang dan ke arah para syuhada, sahabat-sahabat Mush'ab yang berada di sana, lalu beliau bersabda " Sungguh pada hari kiamat kelak, di hadapan Allah Rasulullah akan menjadi saksi bahwa kalian adalah para syuhada."

Setelah itu , beliau memandang para sahabat yang masih hidup, dan bersabda" Hai kalian semua, kunjungilah mereka, dan ucapkanlah salam. Demi Zat yang jiwaku berada di tangan Nya , tak seorang muslimpun sampai hari kiamat kelak, yang mengucapkan salam kepada mereka, kecuali mereka akan membalas salam itu"

                       UCAPAN SALAM UNTUKMU, WAHAI MUSH'AB

Penulis   :   Retno Yuniarti
diambil dari buku 60 sirah sahabat nabi
yang ditulis oleh Khalid Muhammad Khalid

Silahkan disebarkan, semoga bermanfaat